5 LANGKAH MUDAH MENYETEL GITAR ELECTRIC

Jika kamu ingin mendapatkan lebih dari gitarmu, tapi kamu tak tahu dimana harus memulainya. Ini dia 5 langkah yang akan membimbingmu agar gitarmu bisa dimainkan dengan baik. Disini ada beberapa dasar yang kamu mesti mulai:

- Satu set alat ukur feeler (.002 – .025)
- Penggaris 6” (dengan 1/32” dan kelipatan 1/64”)
- Obeng
- Tuner Elektronik
- Gunting/Pemotong kabel
- Penggulung senar
- Minyak mesin yang ringan (3-in-1, toy locomotive, atau gun oil)
- Kain dan pemoles
- Capo

Langkah 1. Mengganti String
String itu ibarat darah bagi gitarmu. Bila stringmu dalam kondisi prima, begitu pula gitarmu. Agar string bisa berpenampilan prima, harus diganti secara berkala. String yang sudah kehilangan integritas (dimana string terlalu banyak ditekan melawan fret) atau sudah berkarat, berdebu atau kotor.
Untuk melihat jika kamu perlu menggantinya, raba dengan jari sepanjang string dan rasakan kekotorannya, begitu berdebu atau terlalu banyak kotoran. Jika kamu temukan salah-satunya, kamu harus menggantinya dengan segera. Pastikan mengulur string dengan benar. Setelah kamu memasang satu set string yang baru dan sudah di tune terhadap pitch nya, pegang string pada fret pertama dan sangkutkan jari di bawah masing-masing string (bersama-sama) dan sentakan dengan ringan, gerakkan tanganmu dari bridge ke neck. Tune ulang dan ulangi untuk beberapa kali.
Langkah 2. Mengatur Bridge dan menyetel intonasi
Ada banyak jenis bridge, tapi semuanya bedasar pada satu tujuan yang harus diingat; pasti bahwa terdapat cukup break angle untuk string di atas saddle (setidaknya 30 derajat). Banyak pengingar bagaimana mengatur bridge, seperti dalam hal ini menyetel tremolo, berbeda orang juga berbeda rasa.
Pada bagian ini kamu bisa mengeset awal intonasi dasar gitarmu, dengan mengambil pita ukur dan mengukurnya dari dalam nut ke tengah fret ke-12 (besinya, bukan fingerboardnya). Gandakan pengukuran untuk mendapatkan panjang skala gitarmu. Atur saddle bridge string pertama terhadap panjang skala ini, ukur dari dalam nut ke titik tengah saddle bridge. Sekarang, atur jarak saddle saddle string ke-dua kembali dari saddle pertama, dengan menggunakan ukuran string ke-2 sebagai alat pengukurannya (Contoh: Jika string ke-2 .011” kamu harus memindahkan string ke-2 kembali .011” dari saddle pertama). Pindahkan yang ke-3 kembali dari saddle ke-2, dengan menggunakan ukuran string ke-3 sebagai alat pengukurnya. Saddle string ke-4 harus di set parallel dengan saddle string ke-2. Lakukan juga string ke-5 dan ke-6 dengan cara yang sama untuk string ke-2 dan ke-3.

Langkah 3. Mengatur Truss Rod
Kegunaan truss rod adalah menyangga/melawan tegangan tarik dari string yang ditempatkan dalam neck. Tegangan ini bisa menyebabkan pergeseran kayu yang dipengaruhi oleh lingkungan seperti suhu dan kelembabab. Untuk mengatur truss rod: teliti tuningnya. Kemudian pasang capo pada fret pertama, tekan string ke-6 pada ujung fret. Dengan menggunakan alat ukur feeler, cek gap antara bagian bawah string dengan permukaan atas fret ke-8 – hasilnya harus kira-kira .010”. Pengaturan headstock(Kunci L): jika neck terlalu cekung, (gitar dalam posisi sedang dimainkan, cari kunci di sekitar neck) putar mur sesuai arah jarum jam. Cek tune nya, kemudian cek gap lagi dengan alat ukur feeler. Dalam hal lain, jika kamu agak rewel atau butuh pengaturan, atau kamu merasa cara ini kurang memuaskan hubungi Service Center resmi.

Langkah 4. Menyetel Tinggi String
Untuk beberapa pemain menyetel string rendah terhadap fret agar di waktu memainkan tidak terlalu menekan dengan keras. Tapi ada juga pemain yang dengan sengaja menyetel agak tinggi untuk menghindari bunyi string beradu fret yang kasar. Check tuningnya. Gunakan penggaris 6”, ukur jarak antara bawah string dengan permukaan atas fret ke-17. Atur saddle bridge atau jika saddlenya sudah di preset dari pabrik, atur ketinggi bridge dengan obeng, kira-kira 4/64”. Adakan percobaan dengan ketinggian itu hingga suara yang dinginkan tercapai.

Langkah 5. Mangatur Ketinggian Pickup
Mengatur terlalu tinggi pickup bisa menyebabkan myriad fenomena yang tidak jelas. Merenggangkan semua string di ujung fret. Dengan menggunakan penggaris 6”, ukur jarak dari bawah ke string ke-1 dan ke-6 terhadap bagian atap bagian kutub. Atur jaraknya dengan dua bagian luar dudukan sekrup pickup. Jaraknya harus lebih besar terhadap string ke-6 – posisi pickup neck, dan lebih dekat terhadap string ke-1 – posisi pickup bridge. Jaraknya akan bervariasi tergantung jumlah gulungan magnet pada pickup. Bila kamu sudah selesai dengan langkah di atas kamu mestinya bisa dibilang siap. Ingat gitar merupakan alat musik yang peka, tune ulang, mainkan dan atur lagi jika diperlukan.

MENGHAFAL SUDUT2 ISTIMEWABN DENGAN TANGAN

Nah, berikut ini, kita akan mempelajari bagaimana menghafalkan sudut-sudut istimewa pada kuadran I (0, 30, 45, 60 dan 90) dengan menggunakan konsep kaidah TANGAN KIRI, perhatikan gambar berikut :

tangan kiri untuk membantu menghafal sudut istimewa

Cara menggunakannya,

perhatikan nilai pada pergelangan tangan (itu patokannya) —-> 1/2 akar (n)

dan perhatikan nilai sudut untuk x = 0, 30, 45, 60 dan 90 yang ditulis pada kuku, dimulai dari kuku jari kelingking (x=0) diibaratkan nol nilai yg kecil makanya ditulis di kelingking dan seterusnya hingga (x=90) ditulis pada kuku ibujari yg diibaratkan nilai paling besar.

Nilai n yang dipakai untuk sin x (berwarna hijau) dimulai n = 4 pada ibujari terus hingga n = 0 pada kelingking, jadi penggunaanya, sbb :

n= 4 —-> sin 90 = 1/2.akar(4) = 1/2.(2) = 1

n= 3 —-> sin 60 = 1/2.akar(3)

n = 2 —->sin 45 = 1/2.akar(2)

n = 1—-> sin 30 = 1/2.akar(1) =1/2

n = 0 —->sin 0  = 1/2.akar(0) = 0

Nilai n yang dipakai untuk cos x (berwarna merah) dimulai n = 0 pada ibujari hingga n = 4 pada kelingking, untuk penggunaanya bisa anda cobakan sendiri

sehingga nantinya kita bisa menyimpulkan sebagai berikut :

INGAT : untuk mendapatkan nilai tangen (tan) cukup kita bagi nilai sin dengan cos karena kita tau bahwa ,

tan x = sin x/ cos x

Nah, begitulah cara menghafalkan sudut istimewa pada trigonometri, SEMOGA BISA MEMBANTU !!!

Digoda Si Cantik Penunggu Perempatan

Lima belas tahun yang lalu, tatkala aku hendak pulang kuliah dari lokasi kampus yang berada di kawasan Sampangan, Semarang seringkali aku melakukan kegiatan rutin, yakni mampir dulu untuk sekedar mencari hiburan.
Waktu itu, waktunya agak malam dikit, kebetulan ada kuliah umum sehingga rada lama selesainya. Kebetulan malam itu film di bioskop di kawasan Metro cukup mengundang filmnya. Akhirnya lepas kuliah yang satu, yang satu ke perkuliahan lainnya maksudnya nonton bioskop.
Pertunjukan dimulai jam 10.00 malam, dan film yang diutar cukup menegangkan. Sekitar 100 menit jantung ini dibuat ngap-ngap’an menikmati adegan film. Kelar nonton, buru-buru ngejar omprengan alias angkutan umum pengganti di waktu malam.
Saat itu, aku menunggu omprengan di depan perempatan Peterangan yang cukup
lenggang karena udah hampir jam 12 malam. Cuma beberapa orang yang berseliweran, tampak juga mobil-mobil yang biasa lalu-lalang cukup padat, malam itu hanya ada beberapa saja yang melintas.
Pikiran sudah melayang entah kemana bersamaan asap rokok yang mengepul dari mulut. Beberapa menit berselang ada suara halus menegurku dari belakang, cukup mengagetkan memang. Tapi di satu sisi seperti percaya gak percaya ternyata dia wanita muda putih dan cantik. Lalu kita memulai percakapan dengan beberapa pertanyaan,
“Mau kemana mas,” tanya lembut
“Karangayu,” jawabku sopan banget deh
“Kamu sendiri kemana mbak, ” tanyaku kemudian.
“Tanjungmas, mau nganter ” tawarnya penuh mempesona
“Kenapa nggak!”
Nggak lama kemudian, kami menuju angkutan tujuan ke Tanjungmas, aneh tiba-tiba saja kendaraan itu melaju, meskipun tidak ada penumpang lain, tapi aku nggak perduli yang ada hanya kebanggaan yang luar biasa, ternyata orang seperti aku bisa juga berkenalan dengan wanita cantik seperti dia.
Anehnya, hanya dalam hitungan menit, kami sampai di pintu pelabuhan Tanjungmas. Sampailah kami berdua kesuatu tempat, dimana di sana ada gardu listrik yang besar dan jalan masuk ke sebuah perkampungan yang sunyi, kamipun akhirnya tiba di rumah si cantik itu.
Tiba di rumah, aku disuguhi beberapa potong kue dan air minum, tapi semuanya tak kuperdulikan karena mata, tangan dan tatapan ini tak mau lepas darinya. Seperti tersadar aku beristighfar. Lantas aku segera pamit pulang, tapi si wanita cantik itu menahanku dengan keras.
Tapi aku tak mau kalah, dengan berbagai cara aku harus segera meninggalkan rumah itu. Terus-menerus mulutku berkomat kamit mengucapkan Asma Allah. Namun saat
pulang aku menjadi kebingungan. Jalan yang tadi ternyata areal pertambakan dan semak belukar. Meski panik, aku terus beristighfar, Alhamdulillah ada suara adzan, dan tidak lama kemudian aku melihat lampu jalanan di seberang yang menandakan menuju jalan pulang. Alhamdulillah berkat suara adzan aku selamat dari sergapan hantu wanita tersebut.

Happy DancE


“Pindah rumah?!” pekik Rei tak percaya.
“iya, ayahmu dipindah tugaskan ke Jakarta. Kamu mau ikutkan?” Tanya ibu pelan-pelan.
“ta, tapi bu… aku baru saja mulai dekat dengan teman-teman baruku, tapi kenapa sekarang udah harus pindah lagi…”
“mau bagaimana lagi, ini perintah bos ayahmu. Besok kita akan segera berangkat, tapi sebelum berangkat kamu mau bertemu teman-temanmu dulu untuk salam perpisahan?”
“tidak usah. Aku paling benci perpisahan…” kata Rei lesu.
“tapi disekolahmu yang dulu, kamu justru ingin bertemu teman-temanmu sebelum kita pindah…”
“tapi ini sudah perpisahanku dengan teman-teman baruku ya kesekian puluh kali! Ku udah gak bisa menghitung berapa teman yang aku punya. Ayah terlalu sering dipindah tugaskan, gak bisa menetap lebih dari 2 bulan! Aku gak suka!” Rei membanting pintu kamarnya.
“kenapa selalu begini?! Padahal teman sekelasku baru saja mulai menyukaiku… aku juga sudah mulai menyukai kota ini… Aaargh…” Rei mengacak-acak rambutnya.
“apa yang harus kulakukan kalau bertemu mereka… haaah…” desah Rei.

Ia teringat kembali dengan teman-teman lamanya, ia tidak tahu sudah ada berapa banyak teman yang ia miliki dan sekolah yang ia masuki setiap kali pindah. Rei membuka laci meja belajarnya, didalamnya berisi banyak sekali barang-barang pemberian dari teman-teman lamanya saat ia pindah sekolah. Diantara tumpukan barang-barang itu terdapat kotak yang lumayan besar, kotak itu selalu dirawat dengan baik oleh Rei. Karena isinya adalah foto-foto dia bersama teman-teman lamanya. Rei menatanya sangat rapi, ia juga memisahkan foto-foto itu dalam beberapa kelompok. Setiap kelompoknya adalah foto saat dia berada di satu sekolah yang ia masuki. Ia juga tidak lupa menulis nama teman-temannya dan kegiatan apa yang sedang ia dan teman-temannya lakukan di setiap fotonya. Untuk ukuran anak cowok, dia termasuk bersih. Walaupun kamarnya masih bisa dibilang berantakan.
Esoknya, beberapa orang yang telah dibayar ayah Rei datang untuk mengangkut barang-barang yang ada dirumahnya. Sedangkan Rei, akhirnya dia mau juga pergi ke sekolahnya setelah dipaksa beberapa kali oleh kedua orang tua Rei.
Sesampainya disekolah, seluruh teman-teman baru Rei langsung berhamburan berlari keluar untuk segera menemui Rei. Sepertinya teman-teman Rei sudah mendengar soal rencana kepindahannya sebelum dia sampai di sekolah.
“Reiii…aku denger kamu mau pindah…! Ini, aku bikin cookies. Tadi aku sempet khawatir kalau kamu tidak akan ke sekolah dulu buat perpisahan, aku kan jadi gak bisa ngasih cookies yang udah susah payah aku bikin semalam…” kata wada, salah satu teman cewek sekelas Rei yang diam-diam menyukai Rei.
“Yah… nanti bakalan sepiii… soalnya gak ada orang yang bisa aku ajak berantem lagi.” Kata Gerald, teman sekelas Rei yang keturunan Inggris. Anaknya sombong dan paling suka ngajakin Rei berantem.
“aku juga bakal kesepian, soalnya gak ada lagi rival yang bakalan ngalahin aku dipertandingan sepakbola minggu depan.” Kata Ryo, rival Rei di klub sepakbola.
“re, Rei… aku beli buku yang sudah lama ingin kamu baca. Kumohon terimalah!” kata mie, teman sekelas Rei yang kutu buku dan pemalu. Rei pernah membelanya saat ia dikerjai oleh Gerald.
Dan masih banyak lagi teman-temannya yang memberinya banyak hadiah. Rei hanya tersenyum senang karena bisa berpisah dengan mereka tanpa harus ada pertengkaran, karena Rei pernah berpisah dengan teman-temannya saat mereka sedang bertengkar.
“makasih ya teman-teman. Kalian jangan lupa buat sering-sering telpon aku!” teriak Rei dari dalam mobil. Setelah perpisahan, dia akan menemui pertemuan baru lagi. Dia tidak pernah tahu seperti apa sekolah yang akan ia masuki dan seperti apa watak teman-temannya nanti. Tapi, Rei adalah orang yang selalu menatap lurus ke depan. Dia tidak akan pernah berbalik lari saat menghadapi suatu masalah, itulah ciri khas Rei yang tumbuh saat ia beberapa kali pindah sekolah dan berhadapan dengan berbagai macam karakter teman-temannya dan lingkungan yang berbeda-beda.

Beberapa jam setelah itu, akhirnya mereka sampai juga di Jakarta. Sekali lihat Rei bisa langsung mengerti kalau jakarta padat dengan penduduk dan penuh dengan polusi. Entah seperti apa teman-teman yang akan ia jumpai nanti.
Tiba-tiba saja ayah menghentikan mobilnya di depan sebuah gedung yang besar.
“Rei… dengar, ayah akan tinggal di gedung ini untuk mengurus semua kerjaan yang menjadi penghambat perusahaan ayah. Sedangkan kamu dan ibumu akan tinggal lumayan jauh dari tempat ayah kerja, tapi ayah tetap akan datang mengunjungi kalian. Jadi, jaga baik-baik ibumu ya… kamu kan jagoan ayah.” Kata ayah sambil memukul bahu Rei.
“tenang saja, aku kan bukan anak kecil lagi.” Rei membalas memukul bahu ayahnya. Rei tahu, ayahnya adalah pembisnis yang hebat. Ayah sangat dipercaya di perusahaannya, bahkan ayah juga disukai beberapa perusahaan besar karena telaten dan selalu menepati janjinya. Tapi yang Rei sukai dari ayahnya adalah jago dalam hal olahraga, pantesan stamina ayah Rei sangat terjamin dalam mengurus semua pekerjaannya.

Akhirnya Rei sampai di tempat yang dimaksud ayahnya. Memang disini lebih tenang dan tidak banyak polusi, apalagi banyak pepohonan yang tumbuh di sekitar rumah.
“oke, ayah harus ke kantor dulu. Nanti ayah akan pulang lagi kesini. Jadi rapikan dengan benar ya.” Pesan ayah sambil berlalu pergi.
“ibu, aku yang pilih sendiri kamarku dimana ya.” Pinta Rei.
“oke, berarti kamu embereskan barang-barangmu sendiri ya.” Ibu setuju.
Rei langsung keliling rumah. Ternyata rumahnya lebih besar dan lebih luas dari bayangan Rei, ia jadi bingung untuk mencari kamar yang tepat. Setelah keliling lumayan lama, sampe juga dilantai 2. saat itulah Rei menemukan kamar yang pas, tempatnya di paling pojok. Luas kamarnya pas buat dia latihan bola dan basket, jendelanya ada di ketiga sisi kamarnya. Di jendela yang tengah terdapat pohon dan dekat dengan tembok rumah yang jadi pembatas dalam rumah dan luar, sangat pas buat Rei kabur saat ia ingin pergi latihan.
“ok, saatnya beres-beres… kamar baruku.” Kata Rei pada kamar barunya.
“nah, sebelum beres-beres… music start!” Rei menyalakan tape yang sering ia bawa untuk latihan… Dance. Tidak ada yang tahu seorang pun, bahkan teman-teman lamanya bahwa Rei suka Dance Hip Hop. Bukannya gak ada yang tahu sih… tapi Cuma satu orang yang mengetahui Rei bisa Dance Hip Hop, yaitu sahabat pertamanya saat ia bersekolah di jepang, Hoshi. Dan Hoshi-lah yang mengajarinya Dance Hip Hop. Semenjak ia pindah sekolah dari jepang, Rei selalu berlatih sendiri. Dengan kelincahan Rei, Rei bisa dengan mudah menguasainya.
“Rei…! Musicnya dikecilkan sedikit…!!” teriak ibu.
“ok, mom!” Rei langsung salto ke belakang beberapa kali dan melompati kasur dan lemari pakaiannya dengan lincah dan lihai. Pendaratan pun sukses dilakukannya dengan keren, ia pun langsung mengecilkan suara tape kesayangannya.
“Kereeen…!! Hebat banget! Kamu belajar darimana?!” puji seseorang tiba-tiba. Rei langsung berbalik, dan ia melihat seorang perempuan duduk di jendela kamarnya.
Perempuan itu memakai jaket hitam dan bagian lengannya digulung hingga tumit. Ia juga memakai celana selutut yang sepertinya celana untuk cowok, memakai sepatu cats putih dan kaos kaki hitam. Rambut panjangnya uga diikat kuda,. Melihat penampilannya, Rei bisa menebak kalo cewek itu tomboy.
“heh, ditanya kok bengong.” Katanya sambil menjentikkan jarinya tepat di depan muka Rei. rei pun langsung tersadar.
“ah, kamu ngapain masuk kamar orang seenaknya!” bentak Rei.
“yeee… aku juga gak niat masuk kamar orang seenaknya. Tapi suara music kamu gede banget, sampe kedengaran dikamarku. Trus aku manjat pohon deket kamarku dan nyebrang kesini lewat pohon deket kamarmu ini…buat marahin kamu! Tapi gak jadi pas aku liat aksimu tadi, keren banget… ajarin aku dong…” pinta gadis berkuncir kuda itu.
“nggak! Aku gak mau ngajarin cewek monyet kaya kamu. Oh ya, emang rumahmu yang mana? Kok aku gak liat rumah kamu.”
“ya kagak keliatan lah… orang kehalangan pohon gini. keliatan kalo dari sini ni.” Gadis berkuncir itu langsung manjat pohon dan lompat ke tembok pembatas.
“ayo cepet kesini…” ajak gadis itu lagi.
“iya.” akhirnya Rei mau juga ngikutin gadis berkuncir itu. Rei melompat ke tembok pembatas dan melihat balik tembok itu.
“itu rumahmu? Kecil banget.” Tanya Rei begitu melihat bangunan yang lumayan kecil berwarna biru
“jahat ih, itu bukan rumahku tahu tapi gudang rumah ku. Liatnya jangan ke bawah dong, tapi… ke atas!” Rei mengangkat kepalanya dan dia melihat rumah bagaikan gedung yang lumayan besar.
“gede bangeeeet….” Kata Rei kagum.
“hohoho… itu kamarku, deket sama kamarmukan? lagian kakekku emang kaya banget. Sayang ayahku bertolak belakang sekali dengan kakekku.”
“kakekmu? Kamu tinggal sama kakekmu?”
“iya, orangtuaku membuangku saat aku berumur 2 tahun. Dan yang mau mengambilku hanya kakekku seorang, sedangkan kerabatku yang lain sangat membenciku.” Muka gadis itu berubah menjadi murung.
“membencimu? Kenapa?” Tanya Rei penasaran.
“ayahku… mengambil semua harta keluargaku. Keluargaku secara turun temurun adalah orang-orang yang berhasil dan sukses. keluargaku juga memiliki sebuah gudang yang penuh dengan harta yang menjadi harta keluargaku. tapi ayahku berbeda dengan kerabatku yang bisnisnya selalu sukses. Bisnisnya tidak pernah lancar dan beberapa kali perusahaannya bangkrut. Tapi demi menjaga nama baik keluarga, semua kerabat ikut membantu bisnis ayahku. Saat itu bisnisnya perlahan-lahan mulai lancar, tapi karena kecerobohan salah satu karyawan ayahku. Bisnisnya kembali menurun, ayahku mulai stress. Dia mengurung diri di dalam kamar beberapa hari, ibuku sangat khawatir dengan kondisi ayahku saat itu dan akhirnya seharian ia menemani ayahku. Paginya setelah semua kerabatku pergi bekerja, ayahku keluar dari kamarnya dan menuju gudang harta. Ia mengambil semua harta itu tanpa menyisakan sepeserpun. Malamnya, kerabatku baru saja pulang pesta syukuran atas suksesnya proyek yang dibuat oleh pamanku. Mereka semua mendatangi kamar ayahku untuk mengajak ayahku merayakannya bersama. Begitu pintu dibuka, didalam kamar mereka tidak menemukan ayah dan ibuku. Yang mereka temukan hanya aku dengan mulut dan tangan terikat sedang menangis di lemari pakaian ayahku. Melihat keadaanku, semua kerabatku langsung berlari menuju gudang harta. disana sudah tidak ada harta yang tersisa, semua kerabatku otomatis ngamuk kecuali kakekku yang masih berusaha tenang. Semua kerabatku langsung memanggil banyak polisi untuk mencari ayah dan ibuku. Tapi sayangnya orangtuaku sudah pergi sangat jauh. Dan aku ditinggal sendiri oleh orangtuaku, kerabatku juga sama sekali tidak peduli dangan keadaanku. Hanya kakek yang mau mengurusku. Setelah itu semua kerabatku keluar dari rumah dan memulai kehidupan sendiri.” Rei bisa melihat gadis itu menitikkan air matanya walaupun hanya sekilas.
“kejam sekali orangtuamu. Tapi umurmu kan waktu itu masih 2 tahun, gimana kamu bisa tau kejadian waktu itu?”
“hehehe… sebulan yang lalu aku kebetulan bertemu tanteku dikantor kakek. Sebelumnya aku gak tahu kalo itu tanteku, makanya aku memberi salam kepada tanteku sesopan mungkin. Melihat itu kakekku langsung ngasih tau kalo itu tanteku. Aku kaget dan tentu saja tanteku juga kaget saat melihatku. Reflek ia langsung marah-marah sama aku trus menceritakan semua tentang kejadian waktu itu. aku kaget denger itu, aku nangis loh waktu itu. selama ini yang kutau dari kakekku kalo orangtuaku pergi jauh dan mungkin tidak akan kembali. Aku dititipkan ke kakekku karena mereka takut tidak bisa mengurusku dengan baik, tapi ternyata itu semua bohong. Walaupun aku ingin marah sama kakek, tapi tetap saja aku gak bisa karena kakek yang telah mengurusku hingga aku sebesar ini.”
“kakekmu pasti baik sekali. O ya ngomong-ngomong, siapa namamu?” Tanya Rei tiba-tiba. Dan saat itu juga pelayan Gadis itu memanggilnya.
“Nona! Nona MARIE! Nona dipanggil kakek nona!”
“Iya! Yap, namaku Marie! Panggil Rie saja. sampai nanti!” katanya sambil melompat turun.
“NAMAKU REI! jangan lupa!” teriak Rei dari atas.
“Oke, Rei! akan kuingat.” Ia pun berlalu dari tempat Rei.
“sekarang aku juga harus kembali atau bisa kena damprat ibu.” Celoteh Rei.
Rei melompat ke pohon dekat kamarnya. begitu masuk kamar, Rei tidak percaya barang-barangnya sudah tertata rapi dan bersih.
“kok bisa? Padahal aku belum…”
“belum merapikannya?” Tanya ibu yang ternyata sejak awal sudah berada disana.
“I, ibu… a, aku lupa buat….”
“kemana saja kamu tadi? Kamu boleh pergi setelah kamar kamu bersih dan rapi! Tapi kamu justru meninggalkannya dalam keadaan sangat berantakan Rei!”
“maaf bu, a, aku…” Rei kesulitan untuk menjelaskan yang sebenarnya.
“sudahlah, sekarang kamu cuci tangan dan makan. setelah itu kamu langsung ke kamar, kamu dihukum hari ini.”
“ibu…”
“ayo segera pergi ke bawah.” Perintah ibu cepat.
“haaah… baiklah…” Rei hanya bisa menurut jika ibunya sudah seperti itu.
Di ruang makan…
“ aku kenyang, aku mau langsung ke kamar aja.” Kata Rei sambil berlalu pergi.
“tunggu Rei, kamu baru makan sedikit. Nanti kamu sakit, Rei… Rei…” tanpa mempedulikan omongan ibunya Rei pergi kekamarnya. Ia mengunci pintu dan dengan segera ia memanjat pohon dan melompati tembok pembatasnya.
“moga aja si Rie tiba-tiba lewat dekat sini.” Bisik Rei pada diri sendiri. dan si Rie benar-benar good timing, ia sedang berjalan menuju gudang.
“Rie!!” teriak Rei. mendengar namanya dipanggil, Rie langsung nengok keatas. Begitu melihat Rei, Rie langsung melambaikan tangannya.
“Rei! ngapain kamu disitu! Mau maling ya?!” canda Rie.
“ngaco! Aku lagi mau kabur dari rumah! aku mau main sama kamu, boleh gak?!”
“tentu aja boleh, ya udah cepetan turun!” Rei langsung melompat dari tembok pembatas itu.
“kamu lagi ngapain?” Tanya Rei begitu pendaratan sukses dilakukan.
“aku mau ke gudang. Mau ikut?” Tanya Rie balik bertanya.
“aku ikut.” Jawab Rei mantap. “ ngomong-ngomong kamu mau ngapain digudang?”
“kalo lagi bosen aku sering kesini. Kalo disini aku bisa bebas melakukan apa saja yang aku mau, lagipula di dalam gudang luas banget loh.” kata Rie sambil membuka pintu gudang.
“waaah… gudang aja segede ini…. emang keren kakekmu itu.” puji Rei.
“hahaha… biasa aja kali. Oh ya, biasanya aku disini latihan ini.” kaya Rie sambil menyalakan tv yang dibawa Rie kedalam gudang.
“inikan….. ka, kamu belajar dance?” Tanya Rei pelan-pelan begitu melihat video yang sering ditonton Rie.
“Heeh, makanya aku minta kamu ngajarin aku gerakan yang tadi. Keren banget loh!” puji Rie.
“nggg…. Eh, emang sejak kapan kamu belajar dance? Kakekmu tau? Kalo emang kamu dari keluarga bangsawan seharusnya kamu gak dibolehin belajar kaya beginian kan?”
“kok kamu tau aku dari keluarga bangsawan? Kayanya aku gak bilang kalo aku dari keluarga bangsawan.” Tanya Rie curiga.
“emang iya, aku Cuma ngeduga aja pas denger cerita kamu. Lagipula kalau bukan dari keluarga bangsawan ayah kamu gak mungkin se-stress itu.” jelas Rei.
“waah… keren kamu bisa tahu. Yah… seperti yang kamu tahu itu, sebenarnya aku sempat dilarang kakekku saat aku bilang ingin belajar dancer. Tapi aku bilang ke kakekku bahwa aku ingin menentukan jalan hidupku sendiri, aku tidak ingin tertekan dan aku juga tidak ingin menyesal di kemudian hari. Aku ingin menjadi diriku sendiri, bukan diri yang hanya bisa mendengar perintah dari orang lain.dan akhirnya kakekku setuju dengan keputusanku.” Mendengar itu, Rei mulai kagum dengan jalan hidup Rie.
“Ta, tapi… kamu gak takut kalau semua kerabatmu menentangmu? Belum apa kata orang-orang melihat anak dari keluarga bangsawan jadi dancer jalanan.”
“buat apa takut kalau ingin menjadi diri kita sendiri. Lagian aku bukannya mau jadi dancer jalanan kok, aku akan mengikuti perandingan dancer se-nasional yang diadakan besar-besaran di Jakarta pusat. Bagi juaranya akan mendapatkan uang sebesar 10 milyar dan pergi menginap selama seminggu di amerika, tentu saja biaya hotel dan lain-lain ditanggung oleh mereka. Gimana? Serukan? Kamu mau ikutan kan?”
“tunggu, tunggu…. Emang siapa orang yang mau keluar uang sebanyak itu untuk pertandingan dancer? Lagian mana mungkin ada yang mau keluar uang sampai 10 milyar, 10 milyar kan banyak banget. Itu pasti Cuma tipuan biar banyak orang yang ikut perlombaan itu.”
“haaah… begini, ada seorang pengusaha yang menjadi pemilik perusahaan terbesar di amerika. Dengar-dengar pengusaha itu menyukai dancer, jadi ia rela keluar uang hanya untuk lomba dancer. Dan kebetulan ia sedang berlibur ke Indonesia beberapa hari. Dan! kebetulan juga ia dengar ada yang ingin mengadakan pertandingan dancer di Jakarta, awalnya sih hanya pertandingan kecil-kecilan, tapi langsung berubah jadi senasional karena ia bekerja sama dengan pengusaha itu. Dan! Dengar-dengar si pengusaha dari amerika itu penasaran dengan dancer yang ada di Indonesia, makanya ia yang menjadi jurinya langsung. Begitulah ceritanya, cowok banyak nanya…” kata Rie mengejek, ia kesal dengan Rei yang terus-menerus bertanya.
“oooh…. Tapi itu baru dengar-dengar ajakan? Bagaimana kalau bohong?” Tanya Rei lagi. Rie sudah tidak tahan lagi, ia memukul meja yang ada di depan Rei.
“dengar Rei! itu gak mungkin bohong karena aku sudah bertemu dengan orangnya langsung!”
“bertemu langsung?”
“ya! Dia teman kakekku! Waktu aku bilang ingin belajar dancer ke kakekku, ia juga sedang berada disana! Ia juga yang memberitahuku soal perlombaan itu!”
“kenapa kamu gak bilang sejak awal?” Tanya Rei yang kesekian kalinya.
“karena aku gak mau dianggap curang karena ia teman baik kakekku! Aduuuh… bisa gak sih berhenti bertanya dan dengarkan omonganku baik-baik?”
“iya, maafkan aku…”
“kamu kenapa sih? Kamu takut kalah dipertandingan itu? atau… ada alasan lain?” Rei diam beberapa saat.
“aku… takut mengecawakan orangtuaku…” kata Rei akhirnya.
“hanya karena itu? kamu sebenarnya menyukai dance kan? Dan hanya karena takut mengecewakan orangtuamu kamu lari dari semua itu dan mengatakan yang sebaliknya pada orangtuamu? Atau bahkan kau tidak bicara sama sekali dengan orangtuamu?”
“aku tidak lari. Aku sangat benci melakukan itu.” kata Rei tegas.
“kalau begitu katakan yang sebenarnya dan buktikan! Aku yakin kamu pasti bisa jadi juara diperlombaan itu.” kata Rie meyakinkan.
“baiklah. Terimakasih Rie.”
“bagus! Kalau begitu ayo kita mulai latihannya!” kata Rie semangat. mereka berdua pun berlatih dengan serius. Rei sendiri sudah bertekad mengatakan hal yang sebenarnya kepada orangtuanya saat ayahnya pulang kerumah.
Hari sabtu…
Ayah Rei akhirnya pulang. Dan saat itu juga Rei langsung mengatakan hal yang sebenarnya. Ibu Rei sempat tidak percaya, tapi ayah Rei setuju dengan keputusan Rei. ibu Rei mau tidak mau setuju juga dengan keputusan Rei. rei senang sekali kedua orangtuanya mau mengerti, walaupun ayahnya mengajukan syarat untuk tidak meninggalkan sekolahnya itu dan berteman baik dengan teman-teman barunya.
“terus… kamu sudah mendaftar?” Tanya ayah Rei sambil menyeruput kopi panas buatan istri kesayangannya.
“Rie yang mendaftarkan.” Jawab Rei singkat.
“ngomong-ngomong… Rie itu pacarmu ya?” Tanya ayah Rei jahil. Tentu saja muka Rei langsung berubah jadi merah.
“ayah! Jangan ngomong sembarangan! Rie cuma teman doang kok!”
“hahaha… iya, iya…”
Beberapa hari kemudian…
Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu datang juga. semua teman-teman baru Rei datang mendukungnya, ternyata Rei berhasil berteman baik dengan teman-teman barunya. Walaupun Rei sering diejek karena bahasanya yang lumayan baku. Itu juga karena Rei gak biasa ngomong gua-lu karena ia baru pertama kali tinggal di Indonesia. Begitu juga Rie, karena anak dari keluarga bangsawan ia harus selalu menjaga setiap omongannya.

Seperti dugaan Rei, kalau perlombaan itu bakalan banyak yang mendaftar, dan sangat ramai dengan penonton. Dengan begini saingan Rei dan Rie jadi berkali-kali lipat, tapi mereka tidak akan menyerah begitu saja karena mereka sudah berlatih keras setiap hari.
Gak lama, akhirnya perlombaan dimulai juga. Rei dan Rie berhadapan dengan berbagai macam orang, tapi mereka dapat menyelesaikannya dengan baik. Seiring berjalannya waktu, Reid an Rie sudah menjadi lawan tertangguh, mereka sulit dikalahkan. Sampai waktu mereka berhadapanpun tiba.
“ternyata kau tangguh juga ya.” Puji Rie saat berhadapan dengan Rei diatas panggung.
“untuk ukuran anak cewek kau sangat kuat.” Rei balas memuji Rie, “tapi tentu saja aku tidak akan mengalah darimu.”
“itu yang kuharapkan.” Setelah kata terakhir dari Rie, peluit tanda pertandingan dimulai bunyi. Mereka langsung menunjukkan aksi mereka masing-masing, itu menjadi pertarungan sengit diantara keduanya. Para juripun kesulitan menentukan pemenang nya diantara mereka berdua. Tiba-tiba saja teman kakek Rie itu berdiri dan menunjuk mereka berdua sambil mengatakan, “kalian berdua adalah pemenangnya. Selamat ya, kalian berdua sangat hebat! Saya kagum.”
Semua teman-teman Rei langsung bersorak, begitu juga kedua orangtua Rei. diam-diam kerabat Rie yang ternyata datang kesana untuk melihat Rie ikut bersorak. Rei dan Rie yang sempat tidak percaya langsung melompat bersamaan dengan gembira, mereka melakukan dance yang ceria bersama teman-teman dan keluarga. Itu akan menjadi hari yang tidak terlupakan karena Rei berhasil mencapai cita-citanya, Rie pun juga berhasil membuktikan kepada seluruh kerabatnya bahwa ia juga bisa jadi yang terbaik.

Beberapa minggu setelah itu. lagi-lagi Rei sudah harus pindah rumah, tentu saja Rei harus berpisah lagi dengan teman-temannya. Ia juga tidak lupa untuk menyimpan foto-foto kenangan ia selama berada disana ke dalam kotak foto. Dan pertama kali dalam sejarah ia membingkai salah satu foto kenangannya, yaitu foto ia bersama Rie yang sedang memegang piala.
Setiap kali melihat foto itu, Rei selalu tersenyum senang. Ia tidak akan pernah melupakannya sedikitpun hingga ia kembali bertemu dengan Rie.

ENGENAL LEBIH DEKAT DENGAN KOTA ” Tarutung ” DIKENAL DENGAN ” Rura Silindung “

MENGENAL LEBIH DEKAT DENGAN KOTA ” Tarutung ” DIKENAL DENGAN ” Rura Silindung “
Saturday, September 5, 2009 at 11:30am
Merupakan pusat pemerintahan di Kabupaten Tapanuli Utara,dimana Tarutung disamping menjadi salah satu kecamatan di Kabupaten Tapanuli Utara tetapi juga sebagai ibukota dari Kabupaten Tapanuli Utara.sungai sigeaon membelah tarutungDi tengah-tengah Kota Tarutung terdapat sebuah sungai sigeaon (Aek Sigeaon) yang membelah 2 kota Tarutung.Di tanggul (bronjong) sungai ini kita dapat menemukan kedai-kedai kecil yang menjajakan makanan yang beraneka ragam.Tempat ini juga sering dijadikan menjadi tempat nongkrong/berkumpul anak-anak muda tarutung.
Dari bronjong ini juga kita dapat menikmati pemandangan alam ke dolok siatas barita dan dolok martimbang,jika di dolok siatas barita kita akan melihat Salib Kasih maka di dolok martimbang kita akan melihat sebuah pemancar telivisi yaitu pemancar TVRI.

Di Tarutung kita juga dapat menemui sebuah gedung kesenian (Sopo Partungkoan) bentuknya seperti rumah adat batak.Sopo Partungkoan pernah mengalami pemugaran secara total akibat dari kebakaran yang sangat mengejutkan masyarakat Tarutung.

Sopo partungkoanSopo partungkoan ini diapit 2 gedung pemerintahaan,di kanan sopo partungkoan ini terdapat Gedung DPRD Taput dan di kiri Gedung Badan Kepegawaian.

Di depan Sopo partungkoan kita dapat menemukan sebuah sumur yang konon ceritanya di sumur inilah tempat pemandian Raja Sisingamangaraja XII.
Dan tidak jauh dari Sopo Partungkoan ini terdapat sebuah Pohon Durian (Tarutung) yang diyakini sebagai asal mula Rura Silindung berubah nama menjadi Tarutung.Tapi sangat disayangkan sekali,pohon durian yang sudah ratusan tahun ini tidak pernah mengalami perawatan dari pemerintah,pohon ini hanya dijadikan tempat orang-orang yang sedang kebelet saja,sampai-sampai baunya sangat menyengat sekali.Padahal tidak jauh dari Pohon durian ini,kediaman Bupati Tapanuli Utara sudah dapat kita temukan.

tugu tarutungDisaat memasuki area dari kota Tarutung,kita akan menjumpai sebuah tugu perjuangan 1945.Tugu ini menampilkan patung seorang ibu-ibu yang sedang membawa bakul dan membawa putranya serta seorang pejuang yang memegang bambu runcing dan ikat kepala merah putih.Di tugu ini juga terdapat beberapa ukir-ukiran yang menceritakan perjuangan masyarakat dalam memerangi penjajahan Belanda.

Daerah yang pertama sekali kita dapatin adalah Naheong,di daerah ini juga kita dapat menemukan RSU Swadana Tarutung,satu-satunya Rumah Sakit yang ada di kota ini.

rsu tarutung

Naheong merupakan jalan masuk ke desa siualuompu,suatu desa yang lumayan banyak menghasilkan bibit-bibit pemain bola muda di kota tarutung.Di desa ini juga kita dapat menemukan salah satu pengrajin kacang sihobuk bermarga manalu.

Menyusuri kota Tarutung tidaklah ruwet dan capek,karena kita langsung berada di jl.Sisingamangaraja yang merupakan salah satu jalan besar yang ada di Tarutung.Di Jl.Sisingamangaraja ini kita dapat menemukan toko-toko buka,kantor pos tapanuli utara,studio-studio photo,dan tentunya gedung DPRD dan Gedung Kesenian (Sopo Partungkoan),sampai kita tiba di persimpangan 4 ditandai dengan Tugu Jam yang bermotif dengan rumah batak.

simpang 4 tarutung

Di persimpangan ini juga sangat banyak anak-anak sekolah nongkrong sepulang sekolah sekalian untuk menunggu angkot Aek mual dan Silindung baik mereka yang mau pulang ke Sipoholon,parbubu,hutabarat dll.

Selain mempunyai salib kasih sebagai objek wisata,tarutung juga memiliki sebuah lokasi pemandian yang tiada duanya yaitu Air Soda atau lebih dikenal dengan Aek Rara yang terletak di desa Parbubu.

Pemandian ini memang sangat asing,rasa airnya memang soda pekat yang bila kita menelan airnya akan terasa sakit di hidung dan pedih di mata.Di dalam kolam pemandian ini apabila sedang mandi orang-orang tidak boleh mengucapkan kata-kata kotor karena itu merupakan hal yang sangat tabu.

Dengan hamparan sawah,alam yang sejuk,udara yang segar dan pemandangan yang sangat indah ke dolok siatas barita,kita juga dapat melihat salib kasih dari lokasi pemandian ini.

aek rara alias air sodaLokasi pemandian ini sangat banyak dikunjungi terutama di hari libur,baik itu masyarakat yang tinggal di daerah itu sendiri dan juga orang-orang yang sengaja datang untuk menikmati pemandian air soda dari daerah-daerah lain.Rasanya tidak akan klop datang ke tarutung kalau tidak mandi di aek rara maupun air soda ini.

Rumah-rumah makan khas batak yang menyajikan saksang,panggang,dali ni horbo,arsik dan masih banyak lagi makanan-makanan khas batak yang dapat kita nikmati dengan selera tinggi yang belum tentu dapat kita nikmati di daerah-daerah lain.

Kain khas yang dapat kita temukan di tarutung adalah ulos batak.Ulos batak di kota tarutung masih dikerjakan dengan tenun tangan.Masyarakat tarutung masih lebih memilih menggunakan alat tradisional dalam melakukan pekerjaannya.Namun sangat disayangkan karena beberapa jenis dari ulos batak sudah mulai punah atau tidak di tenun lagi karena ulos tersebut tidak lagi laku jika dijual.

Kacang garing sihobuk merupakan salah satu ciri khas dari kota tarutung yang dapat kita jadikan sebagai oleh-oleh.Jangan pernah katakan kepada orang-orang kalau anda baru tiba atau baru melakukan perjalan dari kota tarutung jika anda tidak membawa kacang sihobuk,karena teman anda kurang mempercayai cerita itu.Para perantau dari kota tarutung juga akan sangat malu jika pulang ke perantauannya tanpa membawa kacang sihobuk.

Kita tidak perlu mengeluarkan uang yang banyak untuk membeli kacang sihobuk,kacang ini tersedia dengan berbagai ukuran yang harganya masih dapat dijangkau masyarakat ekonomi menengah kebawah.

Jangan pulak lupa untuk menyisakan waktu,untuk menikmati pemandian air panas (Aek Rangat) di Sipoholon maupun di Hutabarat.Seperti pemandian air soda,pemandian air panas Sipoholon dan Hutabarat juga mempunyai daya tarik yang istimewa.

Tapi sangat disayangkan sekali,Pemkab Taput tidak memberdayakannya semaksimal mungkin.Kalau menurut saya pemandian ini dapat terkenal bukan karena promosi dari Pemkab Taput tetapi karena lokasi pemandian air panas ini,terutama pemandian air panas Sipoholon memiliki lokasi yang sangat startegis yaitu berada di jalur lintas sumatera.

Horas…Horas….Horas….

aek sigueaon

Ditulis dalam Uncategorized

si piso piso

Minggu, 2009 Agustus 23

Kamis, 2008 Desember 18

BLOG UNTUK MARGA HASIBUAN

Selamat datang di blog Si Raja Hasibuan ini, walaupun kami merasa terlambat untuk membuatnya tapi alangkah baiknya kita khususnya Marga Hasibuan saling pengertian karena untuk belajar menurut kami tidak ada kata terlambat, songon hata ni natua-tua do dohonon nami ” Hatop adong ninna niaduna “.Disini saya akan mencoba untuk membuat cerita Silsilah Marga Si Raja Hasibuan untuk kita ketahui, khususnya sebagai bahan pelajaran buat generasi muda turunan Marga Si Raja Hasibuan dimanapun berada.Tugu ini adalah tugu Parhudogam Hasibuan yang terletak di Desa Sosor Silobu (Desa Dolok Nagodang) Kecamatan Uluan Kabupaten Toba Samosir Propinsi Sumatera Utara Indonesia.
SELAMAT MENGIKUTI,HORAS…....
Erlin Hasibuan Parsaba Langit.
Diposkan oleh eRHas di 00:58 2 komentar

Rabu, 2008 Desember 17

SILSILAH MARGA SI RAJA HASIBUAN

MENGENAL SILSILAH MARGA Si RAJA HASIBUAN;
Marga sebagai identitas diri khususnya bagi masyarakat suku batak, merupakan salah satu identitas dalam membina kekompakan serta solidaritas sesama anggota marga sebagai keturunan dari satu leluhur, sehingga keutuhan marga – marga itu dalam kehidupan sistem ” Dalihan Na Tolu ” akan tetap abadi dan lestari sepanjang masa.
Dimana fungsi marga itu adalah sebagai landasan pokok yang menganut ketertiban dalam masyarakat suku batak mengenai seluruh jenis hubungan seperti adat dalam pergaulan sehari-hari, dalam adat Dalihan Na Tolu dan sebagainya. Dalam silsilah masyarakat suku batak ( dalam struktur tarombo) bahwa si Raja Hasibuan adalah keturunan dari si Raja Sobu, si Raja Sobu yang hidup pada abad XV atau sekitar tahun 1455 adalah keturunan ke V dari si Raja Batak, ayahnya bernama Tuan Sorbadibanua yang memiliki dua orang istri yang pertama bernama Nai Anting Malela dan memiliki anak lima orang dan istrinya yang ke dua bernama si Baru Basopaet ( Putri Mojopahit) PUTRI Raja Majapahit adek kandung dari Raden Widjaya dan memiliki anak tiga orang.Si Raja Sobu memiliki dua orang anak putra yang bernama Raja Tinandang atau lebih dikenal dengan bernama Toga Sitompul dan si Raja Hasibuan.
Di masa kecilnya, Toga Sitompul dan si Raja Hasibuan tinggal bersama orang tuanya di Desa Lobu Galagala yang terletak di kaki Gunung Dolok Tolong ( Kabupaten Toba Samosir saat ini ) dan setelah beranjak dewasa si Raja Hasibuan pergi merantau ke Desa Sigaol – Uluan dan menetap disana yang pada akhirnya menjadi bonapasogit marga Hasibuan, dan iapun mangalap boruni rajai boru Simatupang dari Muara.
Si Raja Hasibuan memiliki lima anak (putra) dan lima boru (putri), anak pertama bernama Raja Marjalo dan tinggal di Sigaol – Uluan dan tetap memakai marga Hasibuan, namun setelah berumah tangga Raja Marjalo membuat atau membuka perkampungan baru yang bernama Hariaramarjalo di Lumban Bao Sigaol saat ini, Hariara (pohon Ara) marjalo (namanya) dan membuat pertanda dengan menanam pohon Hariara (Ara) yang sampai saat ini masih berdiri kokoh, dan disampingnya telah dibangun Monumen si Raja Hasibuan yang sudah diresmikan pada tahun 2002 lalu. Anak ke dua adalah bernama Guru Mangaloksa, pergi merantau ke daerah Silindung dan menetap disana di kampung Marsaitbosi dan menikah dengan marga boru (putri) Pasaribu. Keturunan Guru Mangaloksa telah memakai nama/marga baru yaitu Marga Hutagalung, Marga Hutabarat, Hutatoruan dan Marga Panggabean. Kemudian keturunan marga Hutatoruan menjadi marga Hutapea dan marga Lumbantobing, sementara keturunan marga Panggabean ada yang memakai marga Simorangkir dan keturunan dari Guru Mangaloksa ini dikemudian hari di kenal dengan sebuatan ” SI OPAT PUSORAN “. Menurut cerita, bahwa sebahagian keturunan Guru Mangaloksa yang merantau ke Tapanuli Selatan Sipirok tetap memaki marga Hasibuan, begitu juga dengan marga Hasibuan dan marga Lumbantobing yang bermukin di Laguboti. Anak ketiga dari si Raja Hasibuan adalah Guru Hinobaan, pergi merantau ke Barus/Sibolga atau Asahan tetap memakai marga Hasibuan. Anak ke empat adalah bernama Guru Maniti dan ini dikabarkan pergi merantau ke daerah Aceh ( Nangro Aceh Darussalam saat ini) kemungkinan keturunan inilah yang mengaku batak sampulu pitu (17) ? yang bermukin di kabupaten Alas saat ini, dan hingga saat ini Parsadaan Pomparan ni Raja Hasibuan dimanapun berada masih menanti kembalinya keturunan anak yang hilang ini. Anak kelima adalah Guru Marjalang, pergi merantau ke Padang Bolak/Sibuhuon Tapanuli Selatan tetap memakai marga Hasibuan.
Sedangkan ke lima boru (putri) si Raja Hasibuan adalah bernama si Boru Turasi marhamulion/marhuta (kawin) dengan marga Sitorus Pane di Lumban Lobu, si Boru Tumandi marhamulion/marhuta (kawin) ke marga Panjaitan di Sitorang, si Baru Taripar Laut marhamulion/marhuta (kawin) dengan marga Simanjuntak di Sitandohan Balige, si Boru Sande Balige ke marga Siahaan di Hinalang Balige dan si Boru Patar Nauli ke marga Siringoringo di Muara, dan ketika diadakan perayaan Monumen si Raja Hasibuan di Lumban Bao Hariaramarjalo tahun 2002 lalu semua perwakilan dari si Raja Hasibuan dan boru hadir bersama rombongan masing – masing, kecuali keturunan dari Guru Maniti yang tidak hadir.
Hingga saat ini, hukum dan tatanan adat tidak memperbolehkan marga Hasibuan untuk menikah dengan keturunan Guru Mangaloksa, walaupun berlainan marga begitu juga sebaliknya, tetapi anehnya sesama keturunan Guru Mangaloksa yang berbeda marga boleh dijadikan suami atau istri. Paling anehnya lagi, marga Hasibuan disebut tidak memiliki Pogu (empedu) katanya: Hasibuan na so marpogu on ( Hasibuan yang tidak punya Empedu ini ), rupanya waktu mudanya si Raja Hasibuan sering ” Lari Pagi ” bersama kuda kesayangannya, sehingga para tetangga secara iseng memberi julukan ” na songon hoda mi do ho dang olo loja “(rupanya kamu seperti kudamu, tidak mau letih),”katanya, atau apakah memang kuda tidak memiliki Empedu ? atau barang kali si Raja Hasibuan dulunya adalah pekerja keras sehingga para adeknya semua berhasil mendapat gelar GURU.
Sejarah adalah suatu kisah masa lalu yang kemungkinan besar sulit diyakini dan dipercaya, bahwa sesuatu yang diceritakan itu benar adanya, namun alanhgkah baiknya kita sebagai generasi penerus sejarah meyakini dengan harapan dapat meluruskan suatu sejarah itu untuk sama – sama memahami demi kemajuan bersama, agar generasi yang akan datang sebagai generasi penerus dengan nilai positif untuk mengetahui asal usul leluhur marga, misalnya marga Hasibuan.
erlin hasibuan parsaba langit.